Selasa, 28 April 2015

Teror Di Pesawat terbang



Pesawat terbang adalah alat transportasi yang sisi keamanannya paling sensitif bila dibandingkan dengan alat transportasi yang lain. Saking sensitifnya, bahkan ‘’candaan’’ akan adanya bahaya pun tak bisa ditolerir begitu saja. Sebagaimana yang terjadi beberapa hari yang lalu di mana pesawat terbang milik maskapai swasta lion air terpaksa menunda keberangkatan dikarenakan adanya pernyataan tentang adanya bom oleh seorang oknum tentara Angkatan laut. Meskipun belakangan disebutkan bahwa itu Cuma candaan, namun penumpang terpaksa diturunkan dari pesawat dan dilakukan pemeriksaan terkait benar tidaknya adanya bom di dalam pesawat. (lowongan kerja penerbangan)
 
Terkait kasus yang tidak semestinya terjadi ini akhirnya oknum anggota TNI tersebut akan dikenakan sanksi dari kesatuannya ditambah lagi dia tidak diperbolehkan ikut dalam penerbangan pesawat lion air tersebut. Ancaman teror seperti ini sangat meresahkan baik pada penumpang maupun pihak bandara dan maskapai penerbangan. Makanya meskipun dibilang Cuma sekedar iseng atau guyonan, candaan semacam ini bisa saja dituntut secara pidana. Untuk itu setiap warga negara dihimbau agar menggunakan lisan maupun piranti elektronik secara bijaksana agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat banyak.

Beberapa hari sebelumnya juga maskapai Batik Air mendapat ancaman bom melalui pesan singkat pada salah satu petugas di maskapai tersebut. Pesawat akhirnya mendarat darurat dan berhenti di dekat ujung runway untuk diperiksa secara intensif oleh tim gegana. Namun bom pun tidak diketemukan. 
(baca : alutsista)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar