Pesawat terbang adalah alat transportasi yang sisi keamanannya paling
sensitif bila dibandingkan dengan alat transportasi yang lain. Saking
sensitifnya, bahkan ‘’candaan’’ akan adanya bahaya pun tak bisa ditolerir
begitu saja. Sebagaimana yang terjadi beberapa hari yang lalu di mana pesawat
terbang milik maskapai swasta lion air terpaksa menunda keberangkatan
dikarenakan adanya pernyataan tentang adanya bom oleh seorang oknum tentara
Angkatan laut. Meskipun belakangan disebutkan bahwa itu Cuma candaan, namun
penumpang terpaksa diturunkan dari pesawat dan dilakukan pemeriksaan terkait
benar tidaknya adanya bom di dalam pesawat. (lowongan kerja penerbangan)
Terkait kasus yang tidak semestinya terjadi ini akhirnya oknum anggota TNI
tersebut akan dikenakan sanksi dari kesatuannya ditambah lagi dia tidak
diperbolehkan ikut dalam penerbangan pesawat lion air tersebut. Ancaman teror
seperti ini sangat meresahkan baik pada penumpang maupun pihak bandara dan
maskapai penerbangan. Makanya meskipun dibilang Cuma sekedar iseng atau
guyonan, candaan semacam ini bisa saja dituntut secara pidana. Untuk itu setiap
warga negara dihimbau agar menggunakan lisan maupun piranti elektronik secara
bijaksana agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat banyak.
Beberapa hari sebelumnya juga maskapai Batik Air mendapat ancaman bom
melalui pesan singkat pada salah satu petugas di maskapai tersebut. Pesawat
akhirnya mendarat darurat dan berhenti di dekat ujung runway untuk diperiksa
secara intensif oleh tim gegana. Namun bom pun tidak diketemukan.
(baca : alutsista)

